لا أصل لكتابة أدعية في ورقة وجعلها في الأماكن المقدسة
Tidak Ada Landasan Syariat untuk Menulis Doa di Kertas dan Menaruhnya di Tempat-Tempat Suci
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Tidak Ada Landasan Syariat untuk Menulis Doa di Kertas dan Menaruhnya di Tempat-Tempat Suci ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
أستفسر عن إرسال ورقة بها بعض الأدعية إلى السعودية مع أحد المسافرين هناك وتركها بأحد الأماكن المقدسة فهل ستستجاب تلك الأدعية؟
Saya ingin bertanya mengenai pengiriman kertas yang berisi beberapa doa ke Arab Saudi melalui seseorang yang bepergian ke sana untuk ditinggalkan di salah satu tempat suci. Apakah doa-doa tersebut akan dikabulkan?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فالدعاء الذي شرعه الله تعالى هو أن يدعو الإنسان لنفسه مباشرة، لقول الله جل وعلا:
Sesungguhnya doa yang disyariatkan oleh Allah Ta’ala adalah seseorang berdoa untuk dirinya sendiri secara langsung, berdasarkan firman Allah Jalla wa ‘Ala:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ [غافر: ٦٠]
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina’.” [Ghafir: 60]
ولقوله تعالى:
Dan berdasarkan firman-Nya Ta’ala:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ [البقرة: ١٨٦]
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” [Al-Baqarah: 186]
أو يطلب من غيره أن يدعو له، كما طلب رسول الله صلى الله عليه وسلم ذلك من عمر رضي الله عنه، فقد روى أبو داود والترمذي وقال حسن صحيح عن عمر أنه استأذن النبي صلى الله عليه وسلم في العمرة فقال:
Atau seseorang meminta orang lain untuk mendoakannya, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta hal tersebut kepada Umar radhiyallahu ‘anhu. Abu Dawud dan at-Tirmidzi meriwayatkan —dan beliau berkata hadits ini hasan shahih— dari Umar bahwa ia meminta izin kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melaksanakan Umrah, lalu beliau bersabda:
أَيْ أُخَيَّ: أَشْرِكْنَا فِي دُعَائِكَ وَلَا تَنْسَنَا
“Wahai saudaraku, sertakanlah kami dalam doamu dan janganlah engkau lupakan kami.”
وأما كتابة الدعاء في ورقة ونحوها وجعلها في الأماكن المقدسة أو إرسالها مع من يجعلها فيها فلا أصل له فيما نعلم، فننصح بالبعد عنه.
Adapun menulis doa di dalam kertas atau sejenisnya dan meletakkannya di tempat-tempat suci, atau mengirimkannya melalui orang lain untuk diletakkan di sana, maka sejauh yang kami ketahui hal tersebut tidak memiliki landasan syariat (ashl). Maka kami menasihatkan untuk menjauhi perbuatan tersebut.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply