Mekanisme Perhitungan Zakat



آلية حساب الزكاة

Mekanisme Perhitungan Zakat

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Mekanisme Perhitungan Zakat ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Zakat

السؤال:

Pertanyaan:

بدأت العمل منذ تخرجي في عام ١٩٩٢ ولم أكن أملك مالاً وعملت بالهندسة والمقاولات وبدأت أكون نفسي شيئا فشيئا حتى تزوجت ورزقني الله الولد ومعي سيارة وطبيعة عملي الحر تجعلني دائماً لي حقوق عند العميل وكذلك عليّ من الحقوق للموردين وأخذ ما أحتاجه أثناء العمل ولكنني حتى الآن لم أدخر أموالاً معينة وبالتقريب أربح بمعدل شهري حوالي ٧٠٠٠ جنيه مصري وللأسف حتى الآن لم أتمكن من إخراج الزكاة ولا أعرف كيف أحسبها فكما قلت أنا لم أدخر مالاً منفصلاً ورأسمالي في عملي فبالله عليكم دلوني كيف أستطيع أن أخرج الزكاة (طريقة الحساب)؟

Saya mulai bekerja sejak lulus tahun 1992 tanpa memiliki harta awal. Saya bekerja di bidang teknik dan kontraktor, perlahan membangun diri hingga menikah dan dikaruniai anak. Saya memiliki mobil, namun sifat pekerjaan bebas saya membuat saya selalu memiliki piutang pada klien serta utang kepada pemasok. Saya juga mengambil apa yang saya butuhkan selama bekerja, tetapi hingga saat ini saya tidak memiliki tabungan khusus dalam jumlah tertentu. Perkiraan keuntungan bulanan saya sekitar 7.000 Pound Mesir. Sayangnya, sampai sekarang saya belum mampu menunaikan zakat karena tidak tahu cara menghitungnya. Sebagaimana saya katakan, saya tidak menyimpan uang secara terpisah dan modal saya ada di dalam pekerjaan saya. Demi Allah, berikanlah petunjuk bagaimana saya bisa menunaikan zakat (cara perhitungannya)?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فالواجب عليك الآن هو الاجتهاد والتحري في تحديد أول سنة تم فيها مالك نصاباً، وهو ما يعادل قيمة أدنى النصابين ٨٥ جراماً من الذهب أو ٥٩٥ جراماً من الفضة.

Kewajiban Anda saat ini adalah berusaha sungguh-sungguh (ijtihad) dan meneliti untuk menentukan tahun pertama di mana harta Anda telah mencapai nishab. Nishab tersebut adalah nilai yang setara dengan nilai terendah di antara dua nishab: 85 gram emas atau 595 gram perak.

ويمكنك معرفة ذلك بسؤال صاحب محل ذهب عن قيمة الذهب، وسؤال صاحب محل فضة عن قيمة الفضة، فإن بلغ ما عندك من المال مع الذي لك في ذمم الناس قيمة أحدهما وجبت عليك زكاته وهي ربع العشر أي اثنين ونصف في المائة بعد استبعاد ما للناس عليك من الديون.

Anda dapat mengetahui nilai tersebut dengan bertanya kepada pemilik toko emas mengenai harga emas, dan kepada pemilik toko perak mengenai harga perak. Jika jumlah harta yang Anda miliki ditambah dengan piutang Anda di tangan orang lain mencapai nilai salah satu dari keduanya, maka wajib bagi Anda untuk menunaikan zakatnya, yaitu sebesar seperempat dari sepersepuluh (2,5%), setelah dikurangi dengan utang-utang Anda kepada orang lain.

وهكذا كل سنة تحسب ما عندك من المال وتضم إليه ما لك من الأموال في ذمم الناس ثم تستبعد الديون التي عليك، فإن بقي قيمته أدنى النصابين زكيته وإلا فلا.

Demikian pula setiap tahunnya, Anda menghitung harta yang Anda miliki, menambahkannya dengan piutang Anda di tangan orang lain, kemudian mengurangi utang-utang yang Anda miliki. Jika sisanya masih mencapai nilai terendah dari dua nishab tersebut, maka Anda menzakatinya; jika tidak, maka tidak wajib zakat.

ويشترط لوجوب الزكاة في المال الذي في ذمم الناس أن يكون مرجو الأداء بأن يكون على موسر غير مماطل ولا جاحد، فإن كان على معسر أو موسر مماطل أو جاحد فلا تجب الزكاة فيه إلا عند قبضه.

Disyaratkan untuk wajibnya zakat pada harta yang merupakan piutang di tangan orang lain adalah jika piutang tersebut diharapkan pembayarannya (marju al-ada’), yaitu berada pada orang yang mampu (berkecukupan), tidak suka menunda-nunda, dan tidak mengingkarinya. Namun, jika piutang tersebut berada pada orang yang kesulitan (pailit), atau orang mampu yang suka menunda-nunda, atau orang yang mengingkarinya, maka tidak wajib zakat padanya kecuali saat piutang tersebut telah diterima.

وإذا قبض وكان قد حال عليه الحول زكي زكاة عام واحد ولو كان قد لبث عند المعسر أو المماطل أو الجاحد سنين كثيرة، وهذا على الراجح من أقوال أهل العلم.

Apabila piutang tersebut telah diterima dan sudah berlalu waktu satu tahun (haul), maka dizakati untuk satu tahun saja, meskipun harta tersebut telah tertahan pada orang yang kesulitan, atau orang yang menunda-nunda, atau orang yang mengingkarinya selama bertahun-tahun. Inilah pendapat yang kuat (rajih) di antara pendapat para ulama.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.