[KOSAKATA AL QURAN] برز

[KOSAKATA AL QURAN] برز (Baraza)

Oleh : Reza Ervani

بسم الله الرحمن الرحيم

Jika kita cari di Kitab Lisanul Arabi maka akan kita temukan makna kata tersebut sebagai berikut :

البريز بالفتح : المكان الفضاء من الأرض البعيد الواسع, وإذا خرج الإنسان إلى ذلك الموضع قيل : قد بَرَزَ يَبْرُزُ بُرُوْزًا اي خرج إلي البراز

Al Baraazu dengan fathah (pada ra) adalah tempat terbuka di bumi yang jauh dan luas, maka jika orang-orang pergi ke tempat tersebut disebut dengan baraza – yabruzu – buruuzan – yakni keluar ke Al Baraazu

Yang berarti kalau kita padankan ke dalam Bahasa Indonesia dapat bermakna : “Keluar untuk berkumpul di tempat yang luas”

Kata ini muncul sebanyak 9 (sembilan) kali di Al Quran.

Dalam bentuk aktif (fi’il madhi ma’lum)

Surah Al Baqarah ayat 250

وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ – 

Yang dalam terjemahan Departemen Agama dituliskan :

“Dan ketika mereka maju melawan Jalut dan tentaranya, mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

Adapun jika kita sesuaikan dengan makna dalam kitab Lisanul Arabi tadi maka dapat bermakna : “Mereka berkumpul (berperang) melawan Jalut di tempat yang luas di atas muka bumi

Dalam Aisar Tafasir dituliskan terkait ayat ini :

ظهروا  في ميدان  المعركة و جالوت قائد قوات العمالقه

“Mereka tampak (terlihat) di medan perang dan Jalut memimpin pasukan Amaliqah”

Surah Ali Imran ayat 154

 قُل لَّوْ كُنتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ

Yang dalam terjemahan Departemen Agama dituliskan :

Katakanlah (Muhammad), “Meskipun kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.”

Sementara jika kita sesuaikan dengan makna dalam kitab Lisanul Arabi tadi maka dapat bermakna: “mereka tetap keluar dan berkumpul di tempat yang luas (medan perang), kemudian terbunuh disana”

Dalam Aisar Tafasir dituliskan terkait makna baraza di ayat ini :

لخرحوا من المدينة ظاهرين ليلقوا مصارعهم هناك

Keluar dari kota secara terang-terangan/nampak, untuk menempatkan tentara/pasukan mereka disana (di medan perang)

Surah An Nisa ayat 81 :

وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِندِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِّنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ ۖ وَاللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا – 4:81

Yang dalam terjemahan Departemen Agama dituliskan :

Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan, “(Kewajiban kami hanyalah) taat.” Tetapi, apabila mereka telah pergi dari sisimu (Muhammad), sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi.

Terkait ayat ini Ibnu Katsir menuliskan

 ( فإذا برزوا من عندك ) أي : خرجوا وتواروا عنك  ( بيت طائفة منهم غير الذي تقول ) أي : استسروا ليلا فيما بينهم بغير ما أظهروه

Yakni mereka keluar sehingga tidak tampak olehmu

 بيت طائفة منهم غير الذي تقول

“Yakni mereka bersembunyi/diam-diam di malam hari mengatur siasat sesama mereka dengan apa-apa yang berbeda saat mereka ada di hadapanmu.”

Jadi dapat dimaknai bukan hanya “keluar” tapi mereka berkumpul kembali di suatu tempat (yang luas) untuk merencanakan sesuatu.

Surah Ibrahim ayat 21

وَبَرَزُوا لِلَّهِ جَمِيعًا 

Yang dalam terjemahan Departemen Agama dituliskan :

Dan mereka semua (di padang Mahsyar) berkumpul untuk menghadap ke hadirat Allah,

Sementara kalau kita sesuaikan dengan makna di Kitab Lisanul Arabi tadi yang dimaksud adalah mereka keluar untuk berkumpul di tempat yang luas (padang mahsyar).

Surah Ibrahiim ayat 48

يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

Yang dalam terjemahan Departemen Agama dituliskan :

“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa.”

Nampak jelas dalam ayat ini dan pula terjemahannya, bahwa orang-orang berbondong-bondong datang/keluar ke tempat yang luas

Dalam bentuk isim muncul dua kali yakni dalam bentuk khabar marfu’ di surah Ghaafir dan haal manshub di surah Al Kahfi

Surah Ghaafir ayat 16

يَوْمَ هُم بَارِزُونَ ۖ لَا يَخْفَىٰ عَلَى اللَّهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ ۚ لِّمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ۖ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ – 40:16

Yang dalam terjemahan Departemen Agama dituliskan :

“(yaitu) pada hari (ketika) mereka keluar (dari kubur);”

Jika kita sesuaikan dengan makna kata tadi, dan juga dengan apa yang tercantum pada Surah Ibrahiim ayat 21 dan 48 diatas, maka yang dimaksud adalah : keluar untuk kemudian berkumpul di tempat yang luas (padang mahsyar)

Surah Al Kahfi ayat 47

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا – 18:47

Yang dalam terjemahan Departemen Agama dituliskan :

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.”

Yang kalau kita sesuaikan dengan makna dalam Lisanul Arabi tadi dan surah Ibrahim ayat 48 diatas, maka yang dimaksud dengan baarizatan adalah tempat yang luas di bumi, yang akan dijadikan tempat berkumpul (padang mahsyar)

Selain itu kata ini juga muncul dari bentuk fi’il maadhi mabni lil majhul yakni di dua tempat

Surah Asy Syu’araa ayat 91

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ 

Yang dalam terjemahan Departemen Agama dituliskan :

dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat,”

yang redaksinya hampir serupa dengan

Surah An Nazi’aat ayat 36

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَن يَرَىٰ

Yang dalam terjemahan Departeman Agama dituliskan :

“dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.”

Yang keduanya kalau kita sesuaikan dengan makna di Kitab Lisanul Arabi tadi dapat pula bermakna : “Mereka, orang-orang yang sesat itu dikeluarkan dan dikumpulkan ke dalam neraka yang luas, dan mereka melihat” – naudzubilahi min dzalik

Disini kita dapat melihat bahwa penggunaan kata “baraza” di Al Quranul Karim bukan semata-mata berarti “keluar”, “maju”, “pergi” atau sebagaimana yang dicantumkan oleh terjemahan Bahasa Indonesia pada ayat-ayat yang menggunakan kata tersebut. Tetapi secara konsisten menunjukkan kesamaan makna yang mencakup “keluar”, “berkumpul”, “tempat yang luas”. Dan kembali kita lihat, betapa serasinya pemilihan kata dalam Al Quran, dan sekali lagi membuktikan bahwa Bahasa Arab adalah salah satu mu’jizat Al Quran yang hingga hari ini masih bisa kita lihat dengan nyata.

Allahu Ta’ala ‘A’lam

 

Referensi :

  • Lisanul Arabi lil Imam ‘Al Alaamah Ibnu Munzhir
  • Tafsir Al Quranul Azhim – Imam Ibnu Katsir
  • Aisar Tafasir – Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi
  • I’rabul Quranil Karim wa Bayanuhu – Syaikh Muhyuddin Ad Darwisy
  • I’rabul Quranil Karim – Syaikh Abdullah Ulwan, Syaikh Muhammad Ibrahim Sunbul dkk
Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.