[TADABBUR HARIAN #32] : Al Baqarah ayat 2 : Tidak ada Hidayah tanpa Keyakinan

Al Baqarah ayat 2 : Tidak ada Hidayah tanpa Keyakinan

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

لا ريب فيه

Tidak ada keraguan padanya (Surah Al Baqarah ayat 2)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di dalam Kitab Taisir Karimir Rahman menuliskan :

ولا شك بوجه من الوجوه، ونفي الريب عنه، يستلزم ضده، إذ ضد الريب والشك اليقين، فهذا الكتاب مشتمل على علم اليقين المزيل للشك والريب.

Tidak ada keraguan dalam sisi apapun. Menafi’kan (meniadakan) keraguan di dalam Al Quran, membuat hal yang sebaliknya menjadi sesuatu yang lazim/harus ada. Dan kebalikan dari keraguan dan syak adalah Al Yaqiin (keyakinan). Sehingga ayat ini menunjukkan bahwa Al Quran ini diliputi oleh pengetahuan yang bersifat pasti/yakin, yang menghilangkan syak dan keraguan.

وهذه قاعدة مفيدة، أن النفي المقصود به المدح، لا بد أن يكون متضمنا لضده، وهو الكمال، لأن النفي عدم، والعدم المحض، لا مدح فيه. فلما اشتمل على اليقين وكانت الهداية لا تحصل إلا باليقين 

Ini adalah kaidah yang penting. Peniadaan akan keraguan ini adalah pujian terhadap Al Quran. Yang memastikannya mengumpulkan lawan dari keraguan, yaitu kesempurnaan. Karena sesuatu yang dinyatakan tiada menunjukkan kekurangannya, dan kekurangan tersebut sudah menunjukkan tidak ada yang terpuji dari sifat itu. Karena itulah Al Quran diliputi oleh keyakinan, karena hidayah tidak akan dicapai tanpa adanya keyakinan. Firman Allah :

هدى للمتقين

Petunjuk bagi orang-orang bertaqwa.

Sehingga petunjuk itu hanya bisa didapatkan oleh mereka yang yakin, yakni orang-orang yang bertaqwa.

Syaikh Asy Syanqithi dalam Kitab Tafsir Adhwaul Bayan menuliskan :

صرح في هذه الآية بأن هذا القرآن ( هدى للمتقين ) ، ويفهم من مفهوم الآية – أعني مفهوم المخالفة المعروف بدليل الخطاب – أن غير المتقين ليس هذا القرآن هدى لهم ، 

Ditegaskan dalam ayat ini bahwa Al Quran adalah Petunjuk bagi Orang yang Bertaqwa, dengan demikian dipahami bahwa mafhum mukhalafah-nya (pemahaman yang juga tersirat) atau disebut dengan Dalilul Khitaab, bahwa orang-orang yang tidak bertaqwa tidaklah mendapatkan petunjuk dengan keberadaan Al Quran ini.

وصرح بهذا المفهوم في آيات أخر كقوله : .

Dipertegas pemahaman ini pada ayat-ayat lain, seperti pada Firman Allah Ta’ala :

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ ۖ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ

Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. (Surah Fushshilaat ayat 44)

Dan Firman Allah Ta’ala

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Surah Al Israa ayat 82)

Dan Firman Allah Ta’ala

وَإِذَا مَا أُنزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُم مَّن يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَٰذِهِ إِيمَانًا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ – وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ

Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (Surah At Taubah ayat 124 – 125)

Dan Firman Allah Ta’ala

وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم مَّا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا

Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. (Surah Al Maidah ayat 64)

—-

Semoga kita termasuk orang-orang yang meyakini kebenaran Al Quran, sehingga dapat memperoleh hidayah dari Allah Ta’ala. Aamiin.

Allahu Ta’ala ‘A’lam

المفردات

اِستَلزَمَ: (فعل)

استلزمَ يستلزم ، استلزامًا ، فهو مُستلزِم ، والمفعول مُستلزَم

 ( فعل ): اِقْتَضَى

to demand,require, etc or do what seems necessary
– ask for something firmly
– make necessary; force or compel a person to do something
– stand in want of; require
– depend on somebody or something for success, fulfilment , etc; need
– desire; wish for possession of; need ; require; lack; be deficient; be without or fall short by

 ( اسم ): مَعْرِفَة

apprehension
– awareness; comprehension; perception; intelligence
– knowledge of someone or something
– expert’s guidance; experience
– act of being careful , alert and cautious
– knowing;awarness
– being aware ; having conscious knowledge(of something)
– the mind’s power or act of understanding
– being conscious,aware,awake or all the ideas,thoughts,feelings,wishes,etc of a person or persons
– experience or good acquaitance with subjects, persons, etc
– learning or having a lot of information
– mental understanding
– knowledge or skill in an activity
– all that a person knows; familiarity gained by experience
– knowledge or information about a subject gained through experience or study
– attention; obseravation
– observing; perceiving
– recognizing or being recognized
– organized knowledge
– noun gerund of verb (to understand)
– the state of being experienced in and knowledgeable about (something)
– watchfulness, caution, circumspection
– knowledge gained by study
– a ental hold or understanding
– close acquaintance

 ( اسم ): ثَنَاء

commendation ; compliment ; encomium ; eulogy ; extollment ; extolment ; laudation ; panegyric ; praise ; tribute

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.