[TADABBUR HARIAN #35] : Al Baqarah ayat 2 : Penggunaan Akar Kata Taqwa (و ق ي) di Al Quranul Karim

Al Baqarah ayat 2 : Penggunaan Akar Kata Taqwa (و ق ي) di Al Quranul Karim

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

Kata yang memiliki akar kata و ق ي disebutkan di Al Quranul Karim sebanyak 258 kali, yang terkait dengan bahasan ini (At Taqwa) ada 239 kali [Kitab Al Mu’jam Al Mufahrosh lii Alfaazhil Quranil Kariim],

Yakni dalam bentuk sebagai berikut :

  • Dalam bentuk Al Fi’lu Al Maadhi (Bentuk Lampau/Past Tense) sebanyak 27 kali, contohnya surah Al Baqarah ayat 212

وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ

Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. 

  • Dalam bentuk Al Fi’lu Al Mudhaari (Bentuk Sekarang dan Akan Datang/Present & Future Tense) sebanyak 57 kali, contohnya surah An Nisaa ayat 77

قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا

Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.

  • Dalam bentuk Fi’lul Amr (Bentuk Perintah/Permintaan) sebanyak 82 kali, contohnya surah Al Baqarah ayat 206

وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ ۚ

Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa.

  • Dalam bentuk Al Mashdar (Bentuk Asal) sebanyak 17 kali, contohnya surah Al Baqarah ayat 197

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa

  • Dalam bentuk Ismul Faa’il (Subjek/Pelaku) sebanyak 49 kali, contohnya surah Al Baqarah ayat 194

أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

  • Dalam bentuk Ism (Kata yang tidak terikat waktu) sebanyak 2 kali, contohnya surah Ali Imran ayat 28

إِلَّا أَن تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً

kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka

  • Dalam bentuk Shifat Musyabahah (Kata yang menyerupai fi’il) sebanyak 3 kali, contohnya surah Maryam ayat 13

وَحَنَانًا مِّن لَّدُنَّا وَزَكَاةً ۖ وَكَانَ تَقِيًّا

dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa,

  • Dalam bentuk Ismut Tafdhil (Superlatif) sebanyak 2 kali, contohnya surah Al Lail ayat 17

وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,

Kata At Taqwa muncul di Al Quranul Karim dengan makna bahasanya (lihat artikel tentang Makna Bahasa At Taqwa di Tadabbur 33) yakni Al Wiqooyah : Menjaga sesuatu dari apa-apa yang mencelakakan dan memberikannya mudharat [Kitab Al Mufrodaaat]

Allahu Ta’ala ‘A’lam

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.