Bara Iman Memadamkan Api Syahwat



جذوة الإيمان تخمد نار الشهوة

Bara Iman Memadamkan Api Syahwat

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Bara Iman Memadamkan Api Syahwat ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

قرأتُ كل الأسئلة والأجوبة عن الاستمناء، وعرفتُ كيف أتخلّص منه. لكنني لا أستطيع ترك العادة السرية، ولا أستطيع ترك الوسائل المثيرة. أرجوكم أنقذوني، وأرجو أن تدعوا الله أن يهديني للتخلّص من هذه العادة.

Saya telah membaca seluruh pertanyaan dan jawaban mengenai istimna’, dan saya telah mengetahui cara melepaskan diri darinya. Akan tetapi, saya tidak mampu meninggalkan kebiasaan rahasia tersebut, dan saya juga tidak mampu meninggalkan sarana-sarana yang merangsang. Saya memohon kepada Anda untuk menyelamatkan saya, dan saya berharap Anda mendoakan kepada Allah agar memberikan hidayah kepada saya untuk terbebas dari kebiasaan ini.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shohabah-nya. Amma ba’du:

فإننا نقول لك: لا تيأس من العلاج، فما أنزل الله داء إلا أنزل له دواء، علمه من علمه وجهله من جهله.

Maka sesungguhnya kami katakan kepada Anda: Janganlah Anda berputus asa dari pengobatan. Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit melainkan Dia menurunkan pula obat baginya; diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya.

ومن تأمل حال التائبين وجد أن أكثرهم قبل التوبة يقولون: لا نستطيع التخلص مما نحن فيه! ولكن من الله عليهم بالتوبة لأنهم راجعوا أنفسهم، وقوي عندهم إيمانهم لحظة التوبة، وأخلصوا في طلبها.

Barangsiapa yang memperhatikan keadaan orang-orang yang bertaubat, niscaya ia akan mendapati bahwa kebanyakan mereka sebelum taubat berkata: “Kami tidak mampu melepaskan diri dari kondisi kami ini!” Akan tetapi, Allah menganugerahkan taubat kepada mereka karena mereka mengevaluasi diri mereka sendiri, dan iman mereka menguat pada saat taubat tersebut, serta mereka tulus dalam mencarinya.

ومن هنا؛ فإننا ننصحك بعلاج قلبك حتى يقوى على مقاومة الشهوات والشبهات التي تعرض له، ومن الشهوات التي ينبغي مقاومتها: شهوة ممارسة العادة السرية المدمرة، كما أن تأمل آثار المعصية على القلب وسائر أعمال الجوارح يدفع للتوبة، ويجعل المرء يعمل فكره وعقله للتخلص منها.

Maka dari itu, kami menasihati Anda untuk mengobati hati Anda agar ia kuat dalam melawan berbagai syahwat dan syubhat yang mendatanginya. Di antara syahwat yang harus dilawan adalah: keinginan melakukan kebiasaan rahasia yang merusak. Selain itu, merenungkan dampak maksiat terhadap hati dan seluruh amal anggota tubuh akan mendorong seseorang untuk bertaubat, serta menjadikan seseorang mempergunakan pikiran dan akalnya untuk terbebas darinya.

ثم إن النبي صلى الله عليه وسلم أرشد الشباب إلى الزواج، ومن لم يستطع منهم الزواج أرشده إلى الصوم، ولم يرشدهم إلى العادة السرية، ولو كان ذلك خيراً لدلهم عليه.

Kemudian sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membimbing para pemuda untuk menikah, dan barangsiapa di antara mereka yang belum mampu menikah maka beliau membimbingnya untuk berpuasa. Beliau tidak membimbing mereka menuju kebiasaan rahasia (istimna’), seandainya hal itu baik niscaya beliau sudah menunjukkannya kepada mereka.

واعلم أن الوسائل المثيرة تميت القلب، وتذهب نوره، وما أحسن قول القائل:

Ketahuilah bahwa sarana-sarana yang merangsang itu mematikan hati dan melenyapkan nur-nya. Alangkah indahnya perkataan penyair:

رَأَيْتُ الذُّنُوبَ تُمِيتُ الْقُلُوبَ وَقَدْ يُورِثُ الذُّلَّ إِدْمَانُهَا

“Aku melihat dosa-dosa itu mematikan hati, dan kecanduan padanya dapat mewariskan kehinaan.”

وعليك أن تعلم أن قولك: إنك لا تستطيع ترك الوسائل المثيرة دليل الخور والضعف، بل إن استعمال هذه الوسائل من الشهوات التي ينبغي مقاومتها وتركها، فلا بد من فطم النفس عن الهوى، وإلا أوردتك موارد الهلكة.

Wajib bagi Anda untuk mengetahui bahwa perkataan Anda: “bahwa Anda tidak mampu meninggalkan sarana perangsang” merupakan bukti dari kelesuan dan kelemahan. Bahkan, mempergunakan sarana-sarana ini termasuk bagian dari syahwat yang seharusnya dilawan dan ditinggalkan. Maka jiwa harus disapih dari hawa nafsu, jika tidak, ia akan menjerumuskan Anda ke dalam jurang kehancuran.

وَالنَّفْسُ كَالطِّفْلِ إِنْ تُهْمِلْهُ شَبَّ عَلَى حُبِّ الرَّضَاعِ وَإِنْ تَفْطِمْهُ يَنْفَطِمْ

“Nafsu itu bagaikan bayi, jika engkau biarkan ia akan tumbuh besar dengan kecintaan menyusu, namun jika engkau menyapihnya maka ia akan tersapih.”

كما نوصيك بمصاحبة الأخيار، والبعد عن الأشرار، وتعلم العلم النافع الذي يشغل وقتك، ويصرفك عن السوء، واعلم أن أنجع وسيلة للبعد عن الوقوع في ما لا يرضي الله هي أن تستشعر مراقبة الله لك، وأنه مطلع عليك غاية الاطلاع.

Kami juga mewasiatkan kepada Anda untuk berteman dengan orang-orang baik, menjauh dari orang-orang buruk, serta mempelajari ilmu yang bermanfaat yang dapat menyibukkan waktu Anda dan memalingkan Anda dari keburukan. Ketahuilah bahwa sarana paling manjur untuk menjauh dari terjerumus ke dalam apa yang tidak diridhai Allah adalah dengan menghadirkan perasaan pengawasan (muraqabah) Allah terhadap Anda, dan bahwa Dia Maha Melihat Anda dengan sebenar-benarnya penglihatan.

نسأل الله تعالى أن يطهر قلبك، ويحصن فرجك، ويقيك السوء.

Kami memohon kepada Allah Ta‘ala agar mensucikan hati Anda, menjaga kemaluan Anda, dan melindungi Anda dari keburukan.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.