Syarat Memberikan Zakat pada Kerabat



شروط إعطاء القريب من الزكاة

Syarat Memberikan Zakat pada Kerabat

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Syarat Memberikan Zakat pada Kerabat ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Zakat

السؤال:

Pertanyaan:

١- هل يجوز أن أعطي جدتي (والدة أمي) من أموال زكاتي مع العلم أنها كبيرة بالسن وتعيش عند ولدها وهو محدود الدخل والصرف عليها يزيد من أعبائه؟
٢- وهل يجوز لأمي أن تعطي أمها من أموال زكاتها؟
٣- وهل يجوز لي أن أعطي خالي من أموال زكاتي؟
٤- وهل يجوز لأمي أن تعطي أخاها من أموال زكاتها؟
٥- وهل يجوز أن أعطي خالتي من أموال زكاتي؟
٦- وهل يجوز أن تعطي أمي أختها من أموال زكاتها؟

1. Apakah boleh saya memberikan zakat harta saya kepada nenek (ibu dari ibu saya), mengingat beliau sudah tua dan tinggal bersama putranya yang berpenghasilan terbatas, sehingga biaya hidup nenek menambah beban baginya?
2. Apakah boleh ibu saya memberikan zakat hartanya kepada ibunya (nenek saya)?
3. Apakah boleh saya memberikan zakat harta saya kepada paman (saudara laki-laki ibu) saya?
4. Apakah boleh ibu saya memberikan zakat hartanya kepada saudara laki-lakinya?
5. Apakah boleh saya memberikan zakat harta saya kepada bibi (saudara perempuan ibu) saya?
6. Apakah boleh ibu saya memberikan zakat hartanya kepada saudara perempuannya?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فقد تقدم حكم إعطاء القريب من الزكاة في الفتاوى الأخرى هنا.

Sungguh telah terdahulu penjelasan mengenai hukum memberikan zakat kepada kerabat dalam Fatwa-fatwa lain di sini.

وخلاصة ذلك أنه يجوز أن يعطى القريب من الزكاة إذا كان من الأصناف الثمانية، بل هو أولى من البعيد، ولكن يشترط لذلك ألا يكون ممن تجب النفقة لهم.

Ringkasannya adalah bahwa diperbolehkan memberikan zakat kepada kerabat jika ia termasuk dalam delapan golongan (mustahik), bahkan ia lebih utama untuk diberikan dibandingkan orang jauh. Akan tetapi, disyaratkan untuk hal tersebut bahwa kerabat tersebut bukan termasuk orang yang wajib dinafkahi (oleh pemberi zakat).

والذين تجب النفقة لهم هم أصول الشخص وفروعه على الراجح من أقوال العلماء، والمراد بالأصول والداه ووالدوهم وإن علوا ذكوراً كانوا أو إناثاً، والمراد بالفروع أولاده وأولادهم، وإن سفلوا ذكوراً كانوا أو إناثاً.

Orang-orang yang wajib dinafkahi menurut pendapat yang kuat di antara perkataan para ulama adalah Usul (garis keturunan ke atas) dan Furu’ (garis keturunan ke bawah) dari seseorang. Yang dimaksud dengan Usul adalah kedua orang tua dan leluhur mereka ke atas, baik laki-laki maupun perempuan. Sedangkan yang dimaksud dengan Furu’ adalah anak-anak dan keturunan mereka ke bawah, baik laki-laki maupun perempuan.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.