Anjuran Memberi Buka Puasa Meskipun Bukan Pada Orang Miskin



الترغيب في تفطير الصائمين ولو لم يكونوا فقراء

Anjuran Memberi Buka Puasa Meskipun Bukan Pada Orang Miskin

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Anjuran Memberi Buka Puasa Meskipun Mereka Bukan Orang Miskin ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Hadits

السؤال:

Pertanyaan:

هل يكسب المسلم أجرًا حين يفطّر أخواته وأقربائه في رمضان (ما يعرف بعزيمة الأرحام)، وإن كانوا ليسوا فقراء؟

Apakah seorang muslim mendapatkan pahala ketika ia memberikan buka puasa kepada saudara-saudara perempuan dan kerabatnya di bulan Ramadhan (yang dikenal dengan istilah undangan makan keluarga), meskipun mereka bukan orang-orang miskin?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:

فإن من يطعم إخوانه، وأقرباءه له أجر، سواء في رمضان، أم في غير رمضان؛ لقوله صلى الله عليه وسلم:

Sesungguhnya orang yang memberi makan saudara-saudaranya dan kerabatnya akan mendapatkan pahala, baik di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan; hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

“Pada setiap makhluk hidup yang memiliki hati (nyawa) terdapat pahala (bagi yang memberinya makan/minum).”

Hadits ini muttafaqun ‘alaih. Hal ini juga didasarkan pada keumuman hadits-hadits yang menganjurkan untuk memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa, di mana hadits-hadits tersebut tidak membatasinya hanya untuk orang miskin saja. Di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari Zaid bin Khalid, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barangsiapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.”

ثم إن الشرع يرغّب ويدعو إلى كل ما من شأنه أن يقوي أواصر الأخوة بين المسلمين عمومًا، وخصوصًا الأقارب، والجيران.

Selain itu, syariat sangat menganjurkan dan mengajak pada segala hal yang dapat memperkuat ikatan persaudaraan di antara kaum muslimin secara umum, dan khususnya di antara kerabat serta tetangga.

فالتزاور، والتواصل بين الأقارب والجيران، وتبادل الهدايا بينهم، لا شك أنه من أقوى أسباب الألفة بين القلوب، وتوثيق عرى المحبة بين الناس، وهذا من أسمى الغايات التي يهدف إليها الإسلام، ويرشد إليها؛ ولهذا فقد قال صلى الله عليه وسلم:

Saling mengunjungi, menyambung tali silaturahmi di antara kerabat dan tetangga, serta saling bertukar hadiah di antara mereka, tidak diragukan lagi merupakan salah satu sebab terkuat tumbuhnya kelembutan di antara hati dan penguat tali cinta kasih di antara sesama manusia. Ini adalah salah satu tujuan tertinggi yang menjadi target dan tuntunan Islam. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَهَادُوا تَحَابُّوا

“Saling berilah hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.”

Hadits ini dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad dan Al-Baihaqi. Al-Hafizh berkata: “Sanadnya hasan.”

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.