[TADABBUR HARIAN #50] : Al Baqarah ayat 3 : Bagian-bagian Iman kepada Yang Ghaib (2) : Allah Ta’ala adalah satu-satunya yang memiliki otoritas terkait pengetahuan tentang yang Ghaib (2)

Al Baqarah ayat 3 : Bagian-bagian Iman kepada Yang Ghaib (2)

Allah Ta’ala adalah satu-satunya yang memiliki Otoritas terkait pengetahuan tentang yang Ghaib (2)

Kompilasi dan Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

ولئن ذكر الطبري رحمه الله بعضًا مما تصدق عليه الآية الكريمة، فإنها تبقى أبعد مدىً في الدلالة والشمول، قال ابن سعدي رحمه الله: «ما كان في حكمة الله أن يترك المؤمنين على ما أنتم عليه من الاختلاط وعدم التميز

حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ

والمؤمن من المنافق، والصادق من الكاذب.

Imam Ath Thabari – rahimahullah – juga menyebutkan beberapa ayat Al Quran yang mendukung tafsir tersebut (lihat artikel sebelumnya), dan tafsir beliau ini sudah mencakup kelengkapan dan keutuhan pembahasan.

Ibnu Sa’di rahimahullah mengatakan :”Bukanlah kebijaksanaan Allah Ta’ala, meninggalkan kaum mu’minin dalam keadaan  bercampur dan tidak ada pemisahan antara orang-orang mu’min dengan orang-orang munafik, antara orang-orang yang membenarkan dan orang-orang yang mendustai.

sehingga Dia menyisihkan yang buruk  dari yang baik (Surah Ali Imran ayat 179)

ولم يكن في حكمته أيضًا أن يطلع عباده على الغيب الذي يعلمه من عباده فاقتضت حكمته الباهرة أن يبتلي عباده، ويفتنهم بما به يتميز الخبيث من الطيب، من أنواع الابتلاء والامتحان، فأرسل الله رسله، وأمر بطاعتهم، والانقياد لهم، والإيمان بهم، ووعدهم على الإيمان والتقوى الأجر العظيم.

Bukanlah bagian dari kebijaksaanNya pula memberitahukan hambaNya perkara-perkara ghaib yang Dia ketahui tentang perkara hamba-hambaNya. Melainkan yang menjadi bagian dari Keindahan KebijaksanaanNya adalah memberikan ujian bagi hamba-hambaNya, Dia menggolongkan mereka, membedakan antara yang baik dari yang buruk dengan memberikan bala dan cobaan.

Maka Allah Ta’ala mengutus rasul-rasulNya, memerintahkan untuk mentaati mereka, mematuhi mereka, beriman kepada mereka dan menjanjikan keimanan dan ketaqwaan tersebut balasan yang besar

فانقسم الناس بحسب اتباعهم للرسل قسمين: مطيعين وعاصين، ومؤمنين ومنافقين، ومسلمين وكافرين؛ ليرتب على ذلك الثواب والعقاب، وليظهر عدله وفضله، وحكمته لخلقه

Maka manusia berdasarkan ketaatan mereka terhadap para rasul terbagi menajdi dua golongan : Golongan yang taat dan golongan yang maksiat, golongan orang-orang beriman dan golongan orang-orang munafiq, golongan orang-orang muslim dan orang-orang kafir, yang kemudian berbuah kepada pahala atau hukuman, untuk menunjukkan keadilan dan karuniaNya, kebijaksanaanNya terhadap makhluq-makhluqNya.

***

Kesimpulan Bagian Pertama

Tafsir dari para mufasirin di bagian pertama (Tadabbur 49 dan 50) memberikan kita pelajaran berharga bahwa Allah Ta’ala-lah Yang Mengetahui dan Memiliki Otoritas sepenuhnya dalam perkara ghaib terkait siapa hambaNya yang beriman dan munafiq, muslim dan kafir. Akan tetapi Allah Ta’ala tidaklah memberitahukan perkara tersebut kepada siapapun, melainkan memisahkan golongan-golongan tersebut melalui ujian yang Dia berikan kepada hamba-hambaNya. Untuk itulah Dia mengutus rasul-rasulNya. Barangsiapa mengikuti risalahNya, maka masuklah mereka ke dalam golongan orang-orang yang beriman.

Allahu Ta’ala ‘A’lam

المفردات

اِبتَلَى: (فعل)

ابتلى يبتلي ، ابتلِ ، ابْتِلاءً ، فهو مُبتَلٍ ، والمفعول مُبتَلًى

 ( اسم ): اِخْتَبَرَ

to examine for suitability or authenticity
– to try or do
– to try something or to attempt
– check out something
– put to the test; examine
– experimente or axamine .
– put to test; to examine.
– attempt ; essay or test .
– test ; examine ; put to a test .
– experiment ; test ; essay .

 ( اسم ):

ambiguity ; dubiosity ; equivocalness ; equivocation ; obscurity ; uncertainty

 

اِقتَضَى: (فعل)

  • اقتضى يقتضي ، اقْتَضِ ، اقْتِضاءً ، فهو مُقْتَضٍ ، والمفعول مُقْتضًى
  • اِقْتَضَى الأمْرُ الوجُوبَ : دَلَّ علَيْهِ
  • اِقْتَضَى الدَّيْنَ : طَلَبَهُ
  • اِقْتَضَى مِنْهُ حقَّهُ وَعَلَيْهِ : أخذَهُ
  • بمقتَضى التّعليمات : وفقًا لـ أو بموجب
  • اقْتَضَى أَمْراً : اسْتَلْزَمَهُ
  • اقْتَضَى الأمْرُ الوجوبَ : دَلَّ عليه

 ( اسم ): تَطَلَّبَ

to demand,require, etc or do what seems necessary
– ask for something firmly
– stand in want of; require
– depend on somebody or something for success, fulfilment , etc; need
– desire; wish for possession of; need ; require; lack; be deficient; be without or fall short by

اِفتَنَّ: (فعل)

  • افتنَّ في يفتنّ ، افْتَنِنْ / افْتَنَّ ، افتنانًا ، فهو مُفْتَنّ ، والمفعول مفتنٌّ فيه
  • اِفْتَنَّ الخَطِيبُ فِي خُطْبَتِه : سَلَكَ فِيهَا أسَالِيبَ بَلاَغِيَّةً حَسَنَةً اِفْتَنَّ فِي عَمَلِهِ
  • اِفْتَنَّ فِي الخُصُومَةِ : تَوَسَّعَ فِيهَا ، تصَرَّفَ
  • افتنَّ الحمارُ الوحشيُّ بأُتنِهِ : اشتدَّ في سَوْقها ووجَّهَها وِجهات مختلفة
  • افتنَّ في العمل : أبدى مهارة فيه

be diversified; be variegated

رَتَبَ: (فعل)

  • رتَبَ يَرتُب ، رُتوبًا ورَتابةً ورَتْبًا ، فهو راتب ورتيب ، والمفعول مرتوبٌ به

 ( فعل ): أَحْدَثَ

make the outcome (of) – make result or outcome (from)

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.