Fiqh Muyassar 026 : Siwak dan Sunnah Fitrah (5) : Sunnah-sunnah Fitrah (1) : Istihdaad

[الباب الرابع: في السواك وسنن الفطرة، وفيه عدة مسائل]

Bab Keempat : Dalam Hal Siwak dan Sunnah-sunnah Fitrah

padanya ada beberapa pembahasan

[المسألة الخامسة: سنن الفطرة]

Permasalahan Keempat : Sunnah-sunnah Fithrah (1) : Istihdaad

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

وتسمى أيضاً: خصال الفطرة؛ وذلك لأن فاعلها يتصف بالفطرة التي فطر الله الناس عليها واستحبها لهم؛ ليكونوا على أحسن هيئة وأكمل صورة.

Disebut juga : Khishoolul Fithrah – karakteristik-karakteristik fitrah. Yang demikian karena pelakunya disifati dengan fitrah yang merupakan fitrah manusia dari Allah Ta’ala, dan dianjurkan bagi mereka, sehingga mereka senantiasa dalam bentuk dan performa terbaik.

عن أبي هريرة – رضي الله عنه – قال: قال رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu – beliau berkata : Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda :

(خمس من الفطرة: الاستحداد والختان وقص الشارب ونتف الإبط وتقليم الأظافر)

Ada lima perkara fitrah : Mencukur bulu kemaluan, khitan, menggunting kumis, mencabut bulu ketiak dan memotong kuku 1

1 – الاستحداد: وهو حَلْقُ العانة، وهي الشعر النابت حول الفرج، سمي بذلك لاستعمال الحديدة فيه وهي المُوسَى. وفي إزالته جمال ونظافة، ويمكن إزالته بغير الحلق كالمزيلات المصنعة.

1. Al Istihdaad : Yakni mencukur bulu kemaluan, yakni rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan. Dinamakan demikian karena menggunakan Al Hadiidah (besi), yakni pisau cukup. Dalam mencukur ini terdapat keindahan dan kebersihan. Mungkin pula menghilangkannya dengan selain dicukur seperti menggunakan produk  perontok.

Allahu Ta’ala ‘A’lam

Print Friendly, PDF & Email

Footnotes

  1. Muttafaq alaihi, diriwayatkan Imam Al Bukhari pada hadist nomor 5889 dan Imam Muslim hadits nomor 257

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.