Apakah Buang Angin Terus-Menerus Membatalkan Wudhu ? (1)

binary comment
This entry is part 1 of 3 in the series Apakah Buang Angin Terus-Menerus Membatalkan Wudhu ?

Apakah Buang Angin Terus-Menerus Membatalkan Wudhu ?

(Bagian Pertama dari Tiga Tulisan)

Jika Merasa Ada yang Keluar Ketika Sedang Sholat atau Wudhu

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

السؤال

أعاني من القولون العصبي . وبعض أعراضه هي الإحساس بالانتفاخ وخروج الغازات . ويعني ذلك أني كلما توضأت, فأنا أعيده باستمرار, وقد تصل إلى 5 مرات على الأقل بسبب خروج الغازات في أثناء الوضوء وبعده أو وأنا أصلي . وكما ترى , فأنا لا أجد ذلك في كل وقت , لكنه يتكرر معي كثيرا . وهذا يمنعني من تأدية صلاة التراويح …الخ .

ومع أنني فتاة , إلا أني أرغب في حضور صلاة الجمعة ، لكني لا أستطيع حضور الجمع للأسباب التي ذكرتها آنفا.

وأيضا , فإن الغازات التي تخرج مني لها رائحة كريهة جدا, وهي ليست كرائحة الغازات العادية . فما علي أن أفعل ؟ أأستمر في تجديد الوضوء ، هل هذا الذي عليّ فعله ؟.

Pertanyaan :

Saya menderita iritasi usus. Diantara gejalanya adalah rasa kembung dan keluarnya angin. Artinya, setiap kali saya berwudhu, saya mengulanginya terus-menerus, dan mungkin mencapai setidaknya 5 kali keluar angin saat dan setelah wudhu, atau ketika saya sedang sholat. Saya tidak mengalaminya sepanjang waktu, tapi hal ini terjadi berulang kali. Hal ini menghalangi saya hadir di sholat tarawih …

Meskipun saya perempuan, saya juga ingin menghadiri sholat Jumat, akan tetapi saya tidak dapat hadir disebabkan hal yang telah disebutkan tadi.

Dan juga, angin yang keluar dariku baunya sangat tidak enak, tidak seperti angin yang keluar pada umumnya.

Apa yang harus saya lakukan ? Apakah saya harus memperbaharui wudhu saya ?

الجواب

الحمد لله.

أولاً :

نسأل الله تعالى أن يشفي الأخت السائلة ، وجزاها الله خيرا لحرصها على التفقه في الدين وعدم الخجل من ذلك من أجل أن تتبصر بأمور دينها .

Jawaban

Alhamdulillah

Yang pertama, kami berdoa kepada Allah Ta’ala semoga Dia menyembuhkan Ukhti yang bertanya. Dan memberikannya balasan kebaikan atas perhatiannya akan permasalahan dalam agama dan tidak malu akan hal itu guna mendapatkan penjelasan tentang permasalahan agamanya.

ثانياً :

قد يتوهم المصلي أحياناً أنه قد خرج منه شيء في الصلاة ، ولا يكون قد خرج منه شيء ، وهذا قد يكون من وساوس الشيطان التي يريد بها إفساد الصلاة وعدم الخشوع فيها ، ولا ينبغي للمصلي أن يدع صلاته إلا إذا تيقن أنه خرج منه شيء .

Yang kedua, kadang seorang yang sedang sholat merasa ada yang keluar dari dirinya (misalnya merasa buang angin atau pipis – pent) saat sedang sholat, padahal tidak ada yang keluar darinya. Maka ini adalah was-was dari syaithan yang hendak merusak sholat dan menghilangkan kekhusyu’an saat sholat. Maka orang yang sedang sholat itu tidak boleh membatalkan sholatnya sampai ia benar-benar yakin bahwa memang ada yang keluar dari dirinya.

عن عباد بن تميم عن عمه : أنه شكا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم الرجل الذي يخيَّل إليه أنه يجد الشيء في الصلاة ، فقال : لا ينفتل – أو: لا ينصرف – حتى يسمع صوتاً أو يجد ريحا ” .

رواه البخاري ( 137 ) – واللفظ له – ومسلم ( 362 ).

Diriwayatkan dari ‘Abbad bin Tamim dari pamannya yang mengadu kepada Rasulullah Saw. mengenai lelaki yang bingung seakan-akan dia buang angin saat shalat. Lalu Nabi bersabda, “Jangan batalkan shalat kalau dia tidak benar-benar mendengar suara (buang angin) atau mencium bau (buang angin).”  (Hadits Riwayat Imam Bukhari No. 137 dan ini adalah lafazh beliau, Hadits Riwayat Imam Muslim no. 362)

وليس المراد من الحديث تعليق الحكم على سماع الصوت أو شم الرائحة ، وإنما المراد حصول التيقن بخروج شيء وإن لم يسمع صوتاً أو يجد ريحاً .

انظر شرح مسلم للنووي 4 / 49

Tidaklah dimaksudkan oleh hadits ini untuk menunggu hingga terdengar suara atau mencium bau angin, akan tetapi yang dimaksudkan adalah memastikan bahwa memang ada sesuatu yang keluar walaupun tidak ada suara maupun bau yang tercium (Lihat Syarh Muslim lin Nawawi 4/49)

فالأصل بالمصلي إذا كان متوضأً : أن وضوءه لا ينتقض بالشك ، بل يجب عليه أن يتيقن الحدث أولاً ، فإن تيقن أنه محدث انصرف من صلاته وتوضأ .

Ushul (Prinsip) bagi seseorang yang sholat terkait wudhunya adalah bahwa wudhunya tidak batal kerena syak (dugaan), akan tetapi dia harus yakin terlebih dahulu kalau dia berhadats. Jika sudah yakin bahwa dia berhadats maka dia batalkan sholatnya dan melakukan wudhu.

والحدث لا يكون إلا مما يخرج من السبيلين خروجا يقينيّاً لا شك فيه ولا لبس ، أما مجرد الشعور بالانتفاخ فهذا لا يعد من نواقض الوضوء حتى يخرج شيء .

Dan hadats tidaklah terjadi kecuali jika keluar dari dua jalan (qubul atau dubur) secara yakin tanpa keraguan. Adapun kembung tidak termasuk hal yang membatalkan wuhdu sampai keluar sesuatu.

Bersambung ke Tulisan Kedua

Series NavigationApakah Buang Angin Terus-Menerus Membatalkan Wudhu ? (2) >>
Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.