Apa Hukum Merayakan Natal (Awal Tahun Baru Masehi) Secara Terperinci ? (1) : Dalil Al Quran

This entry is part 1 of 4 in the series Hukum Merayakan Natal

ما حكم الاحتفال بعيد الكريسمس ( أول السنة الميلادية ) ؟ بالتفصيل

Apa Hukum Merayakan Natal (Awal Tahun Baru Masehi) Secara Terperinci ?

Oleh : Tim Fatwa IslamWeb

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

 الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أما بعد:

Segala puji bagi Allah, Shalawat serta Salam atas Rasulullah, keluarganya dan para shahabatnya. Amma Ba’du

فلا يجوز لأحد من المسلمين مشاركة أهل الكتاب في الاحتفال بعيد الكريسمس “أول السنة الميلادية” ولا تهنئتهم بهذه المناسبة لأن العيد من جنس أعمالهم التي هي دينهم الخاص بهم، أو شعار دينهم الباطل، وقد نهينا عن موافقتهم في أعيادهم، دل على ذلك الكتاب والسنة والإجماع والاعتبار:

Tidak boleh bagi seorang muslim ikut bersama dengan ahlul kitab dalam merayakan natal dan awal tahun masehi, dan tidak boleh pula mengucapkan selamat kepada mereka, dikarenakan hari raya adalah salah satu jenis amal mereka yang merupakan bagian khusus agama mereka, dan simbol agama mereka yang bathil dan kita dilarang untuk ikut serta dalam perayaan hari raya mereka, berdasarkan dalil-dalil Al Quran dan Sunnah, Ijma dan I’tibaar :

1- أما الكتاب: فقول الله تعالى: وَالَّذِينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَاماً [الفرقان:72].

Adapun dalil dari Al Quran adalah Firman Allah Ta’ala : “Dan orang-orang yang tidak menyaksikan Az Zuura, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.(Surah Al Furqoon ayat 72)

قال مجاهد في تفسيرها: إنها أعياد المشركين، وكذلك قال مثله الربيع بن أنس، والقاضي أبو يعلى والضحاك.

Mujahid berkata dalam tafsirnya : Yang dimaksudkan adalah hari raya orang-orang musyrik. Demikian pula yang dikatakan oleh Ar Rabi’ ibn Anas, Al Qadhi Abu Ya’la dan Ad Dhahaak

وقال ابن سيرين: الزور هو الشعانين ، والشعانين: عيد للنصارى يقيمونه يوم الأحد السابق لعيد الفصح ويحتفلون فيه بحمل السعف، ويزعمون أن ذلك ذكرى لدخول المسيح بيت المقدس كما في اقتضاء الصراط المستقيم 1/537، والمعجم الوسيط1/488،

Ibnu Sirrin mengatakan : Yang dimaksud dengan Az Zuura dalam ayat itu adalah Asy Sya’aaniin (Hari Raya Minggu Palma). Asy Sya’aaniin adalah Hari Raya orang Nashara yang mereka rayakan pada hari Ahad sebelum Hari Paskah, mereka rayakan dengan membawa pohon palem. Dan mereka mengatakan bahwa itu adalah peringatan masuknya Kristus ke Yerusalem sebagaimana disebutkan di Kitab Iqtadhaa’ash Shiraathil Mustaqiim (1/537) dan Mu’jam Al Wasiith (1/488)

ووجه الدلالة هو أ نه إذا كان الله قد مدح ترك شهودها الذي هو مجرد الحضور برؤية أو سماع، فكيف بالموافقة بما يزيد على ذلك من العمل الذي هو عمل الزور، لا مجرد شهوده.

Dalil ayat itu menunjukkan bahwa jika Allah Ta’ala memuji orang-orang yang meninggalkan pekerjaan menghadiri perayaan tersebut walau hanya melihat atau mendengar, maka bagaimana Allah Ta’ala menyetujui mereka yang melakukan sesuatu lebih dari itu, yakni beramal dengan amal dalam perayaan Az Zuura, bukan hanya menyaksikannya.

Bersambung ke Dalil dari As Sunnah

Series NavigationApa Hukum Merayakan Natal (Awal Tahun Baru Masehi) Secara Terperinci ? (2) : Dalil As Sunnah >>
Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.