Gempa di Masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam



زلزال في عهد الرسول صلى الله عليه وسلم

Gempa di Masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam

Kompilasi dan Alih Bahasa Oleh : Reza Ervani bin Asmanu

بسم الله الرحمن الرحيم

Gempa di Masa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam apakah pernah terjadi ? Bagaimana detailnya ? Selamat menyimak artikel ini.

Gempa di Masa Rasulullah menurut riwayat yang ada

لم يثبت في كتب السنة والأثر بالسند المتصل الصحيح أن المدينة زلزلت في عهد النبي صلى الله عليه وسلم ، وما ورد في ذلك إنما جاء بأسانيد ضعيفة مرسلة ، وهذا بيانها :

Tidak ada dalil dalam kitab-kitab Sunnah dan riwayat lain dengan isnad yang shahih dan tersambung, yang menunjukkan bahwa pernah ada gempa bumi di Madinah pada masa Nabi shalallahu alaihi wa salam. Riwayat yang mengabarkan tentang hal tersebut sanadnya dha’if dan mursal. Berikut ini penjelasannya :

أولا:
عن محمد بن عبد الملك بن مروان قال :

Yang pertama :

Diriwayatkan dari Muhammad ibnu Abdul Malik ibn Marwan, beliau mengatakan :

( إن الأرض زلزلت على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فوضع يده عليها ثم قال : اسكني فإنه لم يأن لك بعد ، ثم التفت إلى أصحابه ، فقال : إن ربكم يستعتبكم فأعتبوه ) رواه ابن أبي الدنيا في “العقوبات” (رقم ١٨)

Tanah berguncang pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Maka beliau meletakkan tangan di atasnya, lalu beliau mengatakan : “Diamlah, karena belum waktunya untuk itu” Kemudian beliau menghadap ke arah para Shahabat dan berkata : “Sesungguhnya Robb kalian menegur kalian dengan lembut, maka mohonlah ampunan” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ad Dunya dalam Kitab Al ‘Uquubaat (Hadits Nomor 18)

قال : حدثنا عبد الله قال : حدثني علي بن محمد بن إبراهيم ، قال : أخبرنا أبو مريم ، قال : أخبرنا العطار ابن خالد الحرمي ، قال : أخبرنا محمد بن عبد الملك بن مروان به .

Sanad hadits ini dikatakan sebagai berikut : Menyampaikan kepada kami Abdullah, dia mengatakan : Menyampaikan kepada kami Ali ibn Muhammad ibn Ibraahiim, dia mengatakan : Mengabarkan kepada kami Abu Maryam, dia mengatakan : Mengabarkan kepada kami Al ‘Athar ibn Khaalid Al Haramiy, dia mengatakan : Mengabarkan kepada kami Muhammad ibn Abdul Malik ibn Marwan

وهذا إسناد ضعيف ، فيه عدة علل ، منها :

Isnad tersebut dhaif, karena ada padanya beberapa ilal (cacat), diantaranya :

١ – الإعضال والإرسال ، فوفاة محمد بن عبد الملك بن مروان كانت سنة (266) ، فكيف يُحَدِّثُ عن أمر وقع على عهد النبي صلى الله عليه وسلم ولم ينقله غيره .

Pertama : Hadits tersebut mu’dhal dan mursal, karena Muhammad ibn Abdul Malik ibn Marwan wafat pada tahun 266 H. Bagaimana mungkin beliau meriwayatkan sesuatu yang terjadi pada zaman Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam sesuatu yang tidak diriwayatkan oleh orang lain.

٢ – العطار بن خالد الحرمي : لم أجد له ترجمة .

Kedua : Al Athaar ibn Khaalid Al Haramiy tidak ditemukan biografinya.

ثانيا :

عن شهر بن حوشب قال :

Yang kedua :

Diriwayatkan oleh Syahru ibn Hawsyab. Dia mengatakan :

( زلزلت المدينة في عهد النبي صلى الله عليه وسلم فقال : إن ربكم يستعتبكم فأعتبوه ) رواه ابن أبي شيبة في “المصنف” (٢/٣٥٧) قال : حدثنا حفص عن ليث عن شهر به .

Pernah terjadi gempa bumi di Madinah pada masa Nabi shalallahu alaihi wa salam. Maka beliau bersabda : Sesungguhnya Robb kalian menegur kalian dengan lembut, maka mohonlah ampunan (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Kitab Al Mushanaf (2/357), dia mengatakan mengatakan kepada kami Hafsh dari Layts dari Syahr)

وهذا إسناد ضعيف ، فيه عدة علل :

Sanad riwayat ini juga dha’if. Padanya ada beberapa ‘ilal :

١ – الإرسال ، فشهر بن حوشب توفي سنة (١١٢هـ) ، ولم يدرك زمان النبي صلى الله عليه وسلم .

Pertama : Riwayat ini mursal. Sebab Syahr ibn Hawsyab wafat pada tahun 112 H, dan tidak bertemu dengan masa Nabi shalallahu alaihi wa salam

٢ – ثم هو مضعف في نفسه عند بعض أهل العلم ، قال شعبة : لم أعتد به .

Kedua : Rawi Syahr ibn Hawsyab juga dhaif menurut sebagian ahli ilmu. Syu’bah mengatakan : Saya tidak menganggap riwayat yang datang darinya.

وقال النسائي : ليس بالقوي .

An Nasaa-i mengatakan : Riwayat darinya tidak kuat.

وقال ابن حبان : كان ممن يروي عن الثقات المعضلات ، وعن الأثبات المقلوبات .

Ibnu Hibban mengatakan : Dia termasuk orang yang meriwayatkan dari orang-orang diyakini mu’dhalaat dan buktinya terbolak-balik (tertukar-tukar)

وقال البيهقي : ضعيف

Al Baihaqi mengatakan : Dha’if

ووثقه آخرون ، لذلك قال فيه الحافظ ابن حجر : صدوق كثير الإرسال والأوهام . انظر “تهذيب التهذيب” (٤/٣٧١) .

Sementara yang lain menganggap tsiqah.

Karena itu Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan : Dia shaduq, akan tetapi banyak riwayat yang disampaikannya mursal dan membingunkan. (Lihat Tahdzibut Tahdzib 4/371)

٣ – ليث بن أبي سليم : اختلط جدا ولم يتميز حديثه فترك . انظر: “تهذيب التهذيب” (٨/٤٦٨) .

Ketiga : Layts ibnu Abi Sulaym : Riwayatnya sangat membingungkan sekali, ucapannya tidak bisa dibedakan, sehingga ditinggalkan (Lihat Tahdzibut Tahdzib 8/468)

لذلك قال الحافظ ابن حجر في “التلخيص الحبير” (٢/٢٢٢) : ” هذا مرسل ضعيف ” انتهى .

Sehingga Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan dalam At Talkhiish Al Habiir (2/222) – riwayat tersebut Mursal Dhaif

— Selesai Kutipan dari Ibnu Hajar —

وقد روي هذا القول من كلام ابن مسعود رضي الله عنه ، كما جاء في تفسير الطبري (١٧/٤٧٨) :

Diriwayatkan dalam ucapan Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, sebagaimana yang dimuat dalam Tafsir Ath Thabariy (17/478) :

حدثنا بشر ، قال : ثنا يزيد ، قال : ثنا سعيد ، عن قتادة ، قوله :

Menyampaikan kepada kami Bisyr, dia mengatakan : menyampaikan kepada kami Yazid, dia mengatakan : mengabarkan kepada kami Sa’iid dari Qatadah, tentang Firman Allah Ta’ala  :

( وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا )

Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti. (Surah Al Isra ayat 59)

وإن الله يخوّف الناس بما شاء من آية لعلهم يعتبرون ، أو يذَّكَّرون ، أو يرجعون ،

Sungguh Allah Ta’ala memasukkan ketakutan kepada manusisa dengan apapun yang Dia kehendaki dari tanda-tanda kebesaranNya agar mereka mengambil pelajaran, atau agar mereka mengingat Allah, atau agar mereka kembali (bertaubat).

ذُكر لنا أن الكوفة رجفت على عهد ابن مسعود ، فقال : يا أيها الناس ! إن ربكم يستعتبكم فأعتبوه .

Disampaikan kepada kami, bahwa gempa pernah terjadi di Kuffah pada masa Ibnu Mas’ud, maka beliau mengatakan : “Wahai Manusia, Sungguh Robb kalian sedang menegur kalian dengan lembut, maka mohon ampunlah”

والحاصل أنه لم يثبت وقوع الزلزال في عهد النبي صلى الله عليه وسلم ، وإنما وقع بعده في عهد عمر بن الخطاب رضي الله عنه ،

Ringkasnya, tidak ada bukti bahwa gempa bumi pernah terjadi pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam; melainkan terjadi setelah masa beliau, yakni pada masa ‘Umar ibn al-Khaththaab radhiyallahu ‘anhu

روى ذلك ابن أبي شيبة في “المصنف” (٢/٣٥٨) وغيره ، عن نافع عن صفية قالت :

Hal tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Kitab Al Mushanaf (2/358) dan selainnya, dari Naafi’ dari Shafiyah, beliau mengatakan :

زلزلت الأرض على عهد عمر فخطب الناس فقال : لئن عادت لأخرجن من بين ظهرانيكم .

Gempa bumi terjadi pada masa Umar ibnul Khaththab, maka beliau berkhutbah di depan manusia dan mengatakan : “Jika hal ini terjadi lagi, maka aku akan keluar pergi meninggalkan kalian”

ذكر ذلك ابن الجوزي في “المنتظم” في أحداث سنة عشرين للهجرة .

Ibnul Jauziy menyebutkan dalam Al Muntazham, hal tersebut terjadi pada tahun 20 Hijriyah

والله أعلم .



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.