[Ensiklopedi Al Quran] Faidah Tarbawiyah Al Fatihah



سُورَةِ الفاتحة

الآيات (٧)

الفوائد التربويَّة

Faidah Tarbawiyah Al Fatihah

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

بسم الله الرحمن الرحيم

Faidah Tarbawiyah Al Fatihah merupakan bahasan setelah pembahasan Tafsir Al Quran per ayat, Berikut ini kaidah-kaidah tarbawiyah (pendidikan) yang ada di Surah AL Fatihah

١ – أنَّه لما كان أوَّلُ السُّورة مشتملًا على الحمد لله، وتمجيده، والثناء عليه، وآخرُها مشتملًا على الذمِّ للمعرضين عن الإيمان به، 

Surah ini dimulai dengan mencantumkan Pujian Kepada Allah Ta’ala, Pemuliaan kepadaNya, Sanjungan kepadaNya, dan bagian akhir surah membahas tentang orang-orang yang mengingkari keimanan kepada Allah Ta’ala.

والإقرار بطاعته- دلَّ ذلك على أنَّ مَطلع الخيرات، وعُنوان السعادات، هو الإقبالُ على الله عزَّ وجلَّ، 

Penyebutan tentang ketaatan – menunjukkan bahwa ketaatan adalah permulaan dari banyak kebaikan, dan pertanda kebahagiaan, yakni perjumpaan dengan Allah Azza wa Jalla.

ومطلعَ الآفات، ورأس المخالفات، هو الإعراضُ عنه سبحانه، والبعدُ عن طاعته .

Dan disebutkan pula bahwa awal dari petaka, permulaan dari kegagalan adalah ingkar kepada Allah Subhanahu, dan menjauh dari ketaatan padaNya.

٢ – أنَّ الله تعالى مستحقٌّ للحَمدِ الكامِل، ومختصٌّ به من جميع الوجوه؛ ولذا ينبغي على العبد أن يستشعرَ بأنَّ كلَّ قضاءٍ لله تعالى، فهو محمودٌ عليه جلَّ وعلا .

2. Bahwa Allah Ta’ala adalah yang Paling Berhak akan semua pujian, Yang Memiliki Kemampuan dalam segala hal. Karena itu mestilah seorang hamba menyadari bahwa semua kekuasaan/kehendak adalah milik Allah Ta’ala, Dia adalah Yang Maha Terpuji Jalla wa ‘Alla

٣ – أنَّ رُبوبية الله عزَّ وجلَّ مبنيَّةٌ على الرحمة الواسعة للخَلق الواصلة؛ لأنَّه تعالى لما قال: ربِّ العَالَمِينَ كأنَّ سائلًا يسأل: (ما نوعُ هذه الربوبية؟ هل هي ربوبيَّة أخْذ، وانتقام؛ أو ربوبيَّة رحْمة، وإنعام؟) فقال تعالى: الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ .

3. Bahwa Rububiyah Allah Azza wa Jalla adalah berlandaskan Rahmat (Kasih Sayang) yang luas bagi kelangsungan makhlukNya. Karena ketika Allah Ta’ala berfirman : Robbul ‘Alamiin, seakan-akan Penanya mengajukan pertanyaan : “Apa jenis Ar Rububiyah ini ? Apakah dia Rububiyyah, ketuhanan yang bersifat mengambil dan menghukum ? Ataukah Rububiyah yang berlandaskan Rahmat dan Kenikmatan ? – Maka kemudian Allah Ta’ala berfirman : Ar Rohmaanir Rahiim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

٤ – أنَّ في قوله: مالِكِ يَومِ الدِّين حثَّ الإنسانِ على أنْ يعملَ لذلك اليوم الذي يُدان فيه العاملون .

4. Bahwa pada Firman Allah : Maaliki yaumiddin (Penguasa Hari Pembalasan) mendorong manusia untuk beramal untuk menghadapi hari dimana saat itu semua yang beramal disidang/diadili

٥ – قوله تعالى: إيَّاكَ نَعبُدُ تبرؤ من الشرك،

وقوله: وإيَّاكَ نَستعينُ تبرؤ من الحول والقوة، وتفويض إلى الله عز وجل.

5. Firman Allah : Iyyaka Na’budu (Hanya kepadaMu kami Menyembah) adalah pelepasan diri dari Syirk, dan FirmanNya : Iyyaka Nasta’iin (Hanya kepadaMu kami Mohon Pertolongan) merupakan pernyataan tidak adanya daya dan kekuatan, sehingga menyerahkannya kepada Allah Azza wa Jalla.

وهذا المعنى في غير آية من القرآن، كما قال تعالى: 

Makna ini terdapat dalam ayat-ayat lain di Al Quranul Karim, misalnya Firman Allah Ta’ala

فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ [هود: ١٢٣]

maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Robbmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan. (Surah Huud ayat 123)

قُلْ هُوَ الرَّحْمَنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا [ الملك: ٢٩]

Katakanlah: “Dialah Allah Yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal (Surah Al Mulk ayat 29)

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا [المزمل: ٩]

(Dialah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. (Surah Al Muzammil ayat 9)

لذا قال بعض السلف: الفاتحة سرُّ القرآن، وسرُّها هذه الكلمة: إيَّاكَ نَعبُدُ وإيَّاكَ نَستعينُ .

Karena itu sebagian salaf mengatakan : Al Fatihah adalah Rahasia Al Quran, dan Rahasia pada Al Fatihah adalah kalimat : Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin

٦ – تربية المسلم على اللُّجوء إلى الله عزَّ وجلَّ، ومِن ذلك استعانتُه به على العبادة، ودعاؤه دومًا أن يَهديَه الصِّراطَ المستقيم

6. Mendidik seorang Muslim akan kepatuhan kepada Allah Azza wa Jalla, salah satu dari itu adalah permintaan tolong kepada Allah Ta’ala dalam menjalankan ibadah, dan senantiasa berdoa untuk meminta petunjuk ke jalan yang lurus.

Allahu Ta’ala ‘A’lam



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.