Makna : “Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah…”



معنى حديث: من صام يوماً في سبيل الله…

Makna Hadits: “Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah…”

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Makna Hadits: “Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah…” ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Puasa

السؤال:

Pertanyaan:

سمعت حديثاً عن رسول الله صلى الله علية وسلم يقول: “من صام يوما في سبيل الله بعد الله وجهه عن النار سبعين خريفا” فماذا يعني بالصيام في سبيل الله؟ هل المقصود به هو الصيام المعروف أيام الخميس والاثنين وعاشوراء الخ أم هناك قصد آخر للصيام في سبيل الله؟

Saya mendengar sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun.” Apa yang dimaksud dengan berpuasa di jalan Allah? Apakah yang dimaksud adalah puasa yang sudah dikenal seperti hari Kamis, Senin, ‘Asyura, dan seterusnya, ataukah ada maksud lain dari puasa di jalan Allah?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:

فإن معنى قوله صلى الله عليه وسلم: “من صام يوماً في سبيل الله بعد الله وجهه عن النار سبعين خريفاً” هو: أن كل من صام يوماً في سبيل الله أي في طاعة وابتغاء وجه الله ورجاء مثوبة الله، فإنه يجازيه على هذا الصيام بأن يباعد بينه وبين النار سبعين سنة.

Sesungguhnya makna dari sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun,” adalah: Bahwa setiap orang yang berpuasa sehari di jalan Allah—yakni dalam ketaatan, mengharap wajah Allah, dan mengharap tsawab dari Allah—maka Allah akan membalasnya atas puasa tersebut dengan menjauhkan dirinya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun.

مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللهِ بَعَّدَ اللهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

“Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun.”

وسواء كان هذا اليوم الذي صامه من الأيام التي رغب النبي صلى الله عليه وسلم في صيامها على وجه الخصوص كالأيام المذكورة في السؤال، أم كان من غيرها من أيام السنة، إلا أن الأيام التي رغب النبي صلى الله عليه وسلم فيها لها فضل خاص بها، فهي أولى بالصيام من غيرها.

Sama saja apakah hari yang ia puasakan tersebut termasuk hari-hari yang dianjurkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara khusus—seperti hari-hari yang disebutkan dalam pertanyaan—maupun hari-hari lainnya di sepanjang tahun. Akan tetapi, hari-hari yang dianjurkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut memiliki fadhilah khusus bagi dirinya sendiri, sehingga hari-hari tersebut lebih utama untuk dipuasakan daripada hari lainnya.

فصيام الخميس والاثنين وعاشوراء هو صيام في سبيل، وصيام أي يوم آخر من الأيام بقصد طاعة الله هو في سبيل الله أيضاً.

Maka berpuasa pada hari Kamis, Senin, dan ‘Asyura adalah termasuk puasa di jalan Allah (fii sabilillah), dan berpuasa pada hari apa pun lainnya dengan maksud ketaatan kepada Allah juga termasuk puasa di jalan Allah.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.