أصحاب السبت مسخوا حقيقة
Ash-habus Sabt Diubah Wujudnya Secara Hakiki
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Ash-habus Sabt Diubah Wujudnya Secara Hakiki ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Al Quran
السؤال:
Pertanyaan:
هل كان مسخ الله لأصحاب السبت مسخاً مادياً؟ أي أن أشكالهم تحولت إلى قردة وخنازير، أم أن المسخ كان معنويا أي أنهم أصبحوا يتصرفون كالقردة والخنازير؟
Apakah pengubahan wujud (massakh) yang Allah lakukan terhadap Ash-habus Sabt merupakan pengubahan secara materi (fisik)? Maksudnya, apakah bentuk rupa mereka benar-benar berubah menjadi kera dan babi, ataukah pengubahan tersebut bersifat maknawi (makna), yang berarti mereka hanya berperilaku seperti kera dan babi?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:
فإن الله مسخ أصحاب السبت إلى قردة وخنازير في خلقتهم وصفاتهم، لا في صفاتهم فحسب، ومصداق ذلك قول الله تعالى:
Sesungguhnya Allah mengubah wujud Ash-habus Sabt menjadi kera dan babi, baik pada bentuk fisik maupun sifat-sifatnya, bukan hanya pada sifatnya saja. Pembenaran akan hal tersebut adalah firman Allah Ta’ala:
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ * فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ [الأعراف: ١٦٥-١٦٦]
“Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepada mereka: ‘Jadilah kamu kera yang hina’.” [Surah Al-A’raf: 165-166]
والأصل هو حمل النص على ظاهره، وقد تأكد ذلك بما رواه ابن جرير من طريق العوفي عن ابن عباس -رضي الله عنهما- أنه قال:
Hukum asal dalam memahami nash (teks agama) adalah membawanya pada makna dzahir-nya. Hal ini telah dikuatkan oleh riwayat Ibnu Jarir melalui jalur Al-Aufi dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya beliau berkata:
صَارَ شَبَابُهُمْ قِرَدَةً، وَشُيُوخُهُمْ خَنَازِيرَ
“Pemuda-pemuda mereka berubah menjadi kera, dan orang-orang tua mereka berubah menjadi babi.”
وما رواه مسلم عن ابن مسعود -رضي الله عنه- أن رجلاً قال: يا رسول الله، القردة والخنازير هي مما مسخ؟ فقال النبي -صلى الله عليه وسلم-:
Serta apa yang diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwasanya seseorang bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kera dan babi (yang ada sekarang) termasuk dari kaum yang diubah wujudnya?” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ -عَزَّ وَجَلَّ- لَمْ يُهْلِكْ قَوْماً أَوْ يُعَذِّبْ قَوْماً فَيَجْعَلَ لَهُمْ نَسْلاً، وَإِنَّ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ
“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla tidaklah membinasakan suatu kaum atau mengazab suatu kaum lalu menjadikan bagi mereka keturunan; dan sesungguhnya kera serta babi itu sudah ada sebelum itu.”
فسؤال الرجل، وجواب النبي -صلى الله عليه وسلم- يدلان على أن مسخهم كان مسخاً حقيقياً لا معنوياً، مع بيانه أن القردة والخنازير الموجودة في عصره ليست من نسل أولئك الممسوخين، لأن من عرف بالمسخ قضى الله ألا يكون له نسل.
Pertanyaan lelaki tersebut dan jawaban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan bahwa pengubahan wujud mereka terjadi secara hakiki (fisik), bukan maknawi. Bersamaan dengan itu, beliau menjelaskan bahwa kera dan babi yang ada pada zaman beliau bukanlah keturunan dari mereka yang diubah wujudnya, karena kaum yang telah ditetapkan mengalami massakh (pengubahan wujud) telah diputuskan oleh Allah untuk tidak memiliki keturunan.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply