Perbedaan Mengenai Tanggal Kelahiran Nabi



الاختلاف في تاريخ المولد

Perbedaan Mengenai Tanggal Kelahiran Nabi

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Perbedaan Mengenai Tanggal Kelahiran Nabi ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Sirah Nabawiyah

السؤال:

Pertanyaan:

كيف تم ضبط تاريخ ميلاد النبي صلى الله عليه وسلم علما أن الشهور الهجرية عمل بها بعد الهجرة. حيث نجد تضاربا في تاريخ الميلاد(مثلا سيرة الرحيق المختوم ذكر 9 من ربيع الأول و الغالب يذكر 12 من ربيع الأول). ” و لكم جزيل الشكر”

Bagaimana tanggal kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditetapkan (dhabatha), padahal bulan-bulan Hijriah baru mulai digunakan setelah Hijrah? Karena kami mendapati adanya perbedaan dalam tanggal kelahiran tersebut (misalnya, Kitab Sirah Ar-Rahiqul Makhtum menyebutkan tanggal 9 Rabi’ul Awwal, sementara pendapat yang paling umum menyebutkan tanggal 12 Rabi’ul Awwal). Atas bantuannya, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba’du:

فقد ضبط المؤرخون وعلماء السيرة تاريخ ميلاد نبينا محمد صلى الله عليه وسلم بالنقل عن الرواة وبالحساب الفلكي. قال المباركفوري: إنه ولد يوم الإثنين التاسع من شهر ربيع الأول عام الفيل ويوافق ذلك العشرين أو الثاني والعشرين من شهر أبريل سنة 571م حسبما حققه العالم الكبير والمحقق الفلكي محمود باشا.

Sesungguhnya para ahli sejarah dan ulama sirah telah menetapkan (dhabatha) tanggal kelahiran Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan penukilan dari para perawi dan juga dengan perhitungan astronomi (hisab falaki). Al-Mubarakfuri berkata: “Beliau dilahirkan pada hari Senin, tanggal 9 Rabi’ul Awwal tahun Gajah, yang bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April tahun 571 Masehi, sesuai dengan hasil penelitian ulama besar dan pakar astronomi, Mahmud Pasya.”

وقد ذكر أكثر أهل السير أنه ولد يوم الثاني عشر من شهر ربيع الأول، وذكر بعضهم التاسع إلى الثاني عشر ولعل الاختلاف عائد إلى عدم ضبط الميلاد والتاريخ عند العرب في ذلك الوقت، فكانوا يؤرخون بالحوادث الكبرى ولم يكونوا يسجلون التاريخ، والذي لا شك فيه أنه صلى الله عليه وسلم ولد يوم الإثنين في ربيع الأول عام حادثة الفيل.

Sebagian besar ahli sirah menyebutkan bahwa beliau dilahirkan pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal, sementara sebagian lainnya menyebutkan antara tanggal 9 hingga 12. Barangkali perbedaan ini disebabkan karena belum adanya ketetapan (dhabatha) mengenai kelahiran dan penanggalan di kalangan bangsa Arab pada masa itu. Dahulu mereka mencatat penanggalan berdasarkan peristiwa-peristiwa besar dan tidak membukukan tanggal secara sistematis. Adapun hal yang tidak diragukan lagi adalah bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan pada hari Senin di bulan Rabi’ul Awwal pada tahun peristiwa Gajah.

وأما قولك إن الشهور الهجرية عمل بها بعد الهجرة فهذا غير صحيح ، فالذي عمل به بعد الهجرة هو السنة الهجرية، وأما الشهور القمرية فكانت موجودة مع وجود القمر والشمس… وكان العرب قبل الإسلام يعدون بها، وأسماؤها موجودة في لغتهم قبل الإسلام.

Adapun pernyataan Anda bahwa bulan-bulan Hijriah baru digunakan setelah Hijrah, maka hal ini tidaklah tepat. Sebab yang baru mulai digunakan setelah Hijrah adalah sistem “Tahun Hijriah”-nya. Sedangkan bulan-bulan Qamariyah (lunar) sudah ada sejak adanya bulan dan matahari…

Bangsa Arab sebelum Islam telah menggunakannya dalam perhitungan mereka, dan nama-nama bulan tersebut sudah ada dalam bahasa mereka sejak masa pra-Islam.

قال الله تعالى:

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ [التوبة: ٣٦]

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” [Surah At-Tawbah: 36]

وبإمكانك أن تطلع على المزيد في الفتوى الأخرى هنا، والفتوى الأخرى هنا. والله أعلم.

Dan Anda dapat melihat penjelasan lebih lanjut pada Fatwa lainnya di sini, dan Fatwa lainnya di sini. Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.