شروط إجابة الدعاء
Syarat-syarat Terkabulnya Doa
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Syarat-syarat Terkabulnya Doa ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
ماهي الشروط التي يستجيب الله الدعاء إذا تحققت وشكرا
Apa saja syarat-syarat yang jika terpenuhi, maka Allah akan mengabulkan doa? Terima kasih.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله والصلاة السلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فلقبول الدعاء ثلاثة شروط أساسية:
Diterimanya doa memiliki tiga syarat utama:
الأول: دعاء الله وحده لا شريك له بأسمائه الحسنى وصفاته العلى بصدق وإخلاص، لأن الدعاء عبادة.
Pertama: Berdoa kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dengan asma’ul husna dan sifat-sifat-Nya yang luhur disertai kejujuran dan keikhlasan, karena doa adalah ibadah. Allah Ta’ala berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ [غافر: ٦٠]
“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.” [Ghafir: 60]
وفي الحديث القدسي: “من عمل عملاً أشرك معي فيه غيري تركته وشركه” رواه مسلم.
Dan dalam Hadits Qudsi disebutkan: “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang di dalamnya ia menyekutukan selain-Ku dengan-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan kesyirikannya.” (HR. Muslim)
الثاني: ألا يدعو المرء بإثم أو قطيعة رحم، لما رواه مسلم عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “يستجاب للعبد ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم، ما لم يستعجل”
Kedua: Hendaknya seseorang tidak berdoa untuk sebuah dosa atau pemutusan silaturahmi. Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa atau memutuskan silaturahmi, dan selama ia tidak terburu-buru.” Ditanyakan: “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud terburu-buru?” Beliau menjawab: “Ia berkata: ‘Aku telah berdoa dan terus berdoa namun aku tidak melihat doaku dikabulkan,’ lalu ia merasa letih saat itu dan meninggalkan doa.”
الثالث: أن يدعو بقلب حاضر، موقن بالإجابة، لما رواه الترمذي والحاكم وحسنه الألباني عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “ادعوا الله وأنتم موقنون بالإجابة، واعلموا أن الله لا يستجيب دعاءً من قلب غافل لاه”
Ketiga: Berdoa dengan hati yang hadir (khusyu’) dan yakin akan dikabulkan. Sebagaimana diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Hakim, serta dihasankan oleh Al-Albani dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai lagi lengah.” Apabila syarat-syarat ini atau salah satunya tidak terpenuhi, maka Allah tidak mengabulkan doa tersebut. Maka terpenuhinya syarat-syarat tersebut adalah keharusan, dan ketiadaannya merupakan penghalang.
وهناك أسباب لإجابة الدعاء ينبغي للداعي مراعاتها وهي: افتتاح الدعاء بحمد الله والثناء عليه، والصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم، وختمه بذلك. رفع اليدين. عدم التردد، بل ينبغي للداعي أن يعزم على الله ويلح عليه. تحري أوقات الإجابة كالثلث الأخير من الليل، وبين الأذان والإقامة، وعند الإفطار من الصيام، وغير ذلك. أكل الطيبات واجتناب المحرمات.
Terdapat pula sebab-sebab (adab) terkabulnya doa yang seyogianya diperhatikan oleh orang yang berdoa, yaitu: (1) Membuka doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta menutup pula dengannya. (2) Mengangkat kedua tangan. (3) Tidak ragu-ragu, melainkan hendaknya ia memohon dengan ketetapan hati dan terus-menerus mendesak (il-hah). (4) Mencari waktu-waktu yang mustajab seperti sepertiga malam terakhir, antara azan dan iqamah, saat berbuka puasa, dan lain-lain. (5) Mengonsumsi makanan yang baik (halal) dan menjauhi yang haram.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply