Rukun-rukun Al Isti’adzah (1) : Rukun Pertama dan Rukun Kedua

This entry is part 1 of 5 in the series Rukun-rukun Al Isti'adzah

اركان الاستعاذة

Rukun-rukun Al Isti’aadzah – Tulisan Kesatu dari Lima Tulisan

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

تتكون الاستعاذة – كما يقول بعض أهل العلم – من جمسة أركان هي :

Sebagian ahli ilmu mengatakan bahwa Al Isti’aadzah terdiri dari lima rukun – yakni :

أ- صيغة الاستعاذة ولفظها، وقد تقدم.

Rukun yang pertama : Shighat (Bentuk) Isti’adzah dan lafazhnya, sebagaimana sudah kita bahas di artikel yang lalu

ب- المستعيذ، وهو المؤمن الذي رضي بالله ربًّا، وبالإسلام دينًا، وبمحمد صلى الله عليه وسلم نبيًّا ورسولاً، ونطق بالاستعاذة، وواطأ عنده القلب اللسان، فأيقن أن هذه الاستعاذة تحميه، بإذن الله من الشيطان الرجيم.

Rukun yang kedua : Al Musta’idz (Yang mencari/meminta perlindungan), yakni seorang mu’min yang ridho Allah Ta’ala menjadi Robb-nya, Islam menjadi agamanya dan Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam menjadi nabi dan rasulnya. Saat dia melafazhkan Al Isti’adzah, hatinya juga bersepakat/selaras dengan lidahnya, sehingga dia yakin bahwa Al Isti’adzah akan melindunginya dengan izin Allah dari syaithan yang terkutuk.

Allahu Ta’ala ‘A’lam

Bersambung ke rukun ketiga in sya Allah

Series NavigationRukun-rukun Al Isti’adzah (2) : Rukun Ketiga : Al Musta’aadzu (1) : Al Isti’adzah dengan Nama Allah : “Allahu” >>
Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.