Rukun-rukun Al Isti’adzah (2) : Rukun Ketiga : Al Musta’aadzu (1) : Al Isti’adzah dengan Nama Allah : “Allahu”

This entry is part 2 of 5 in the series Rukun-rukun Al Isti'adzah

اركان الاستعاذة

Rukun-rukun Al Isti’aadzah – Tulisan Kedua dari Lima Tulisan

Rukun Ketiga : Al Musta’aadzu (1) : Al Isti’adzah dengan Nama Allah : “Allahu”

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

ج- المستعاذ به وهو الله- جل وعلا- الذي مَن استعاذ به أعاذه، وأجاره وعصمه، وحفظه وحماه، كما أعاذ مريم ابنة عمران وذريتها وعصمها بسبب دعاء والدتها امرأة عمران وإعاذتها إياها بالله من الشيطان الرجيم،

Rukun yang ketiga : Al Musta’aadzu (Yang dimintakan perlindungan) yakni Allah Jalla wa ‘Ala, yang kepadanya kita minta perlindungannya, naungannya, proteksinya, penjagaannya, pengawalannya, sebagaimana Dia melindungi Maryam puterinya Imran dan keturunannya, serta menjaganya disebabkan doa orang tuanya – yakni istrinya Imran – yang meminta perlindungan untuknya kepada Allah dari syaithan yang terkutuk

كما قال تعالى: ﴿ قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ * فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ﴾ [آل عمران: 36، 37].

Sebagaimana firman Allah Ta’ala : Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk”. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. (Surah Ali Imran ayat 36 dan 37)

وعن أبي هريرة -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «ما من مولود يولد إلا نخسه الشيطان، فيستهل صارخًا إلا ابن مريم وأمه»

Tidaklah seorang bayi dilahirkan kecuali setan pasti menikamnya hingga dia menangis keras karena tikaman tersebut, kecuali Ibnu Maryam (Isa) dan ibunya.” 1

فالاستعاذة إنما تكون بالله -جل وعلا- وأسمائه الحسنى، وصفاته العليا، وكلماته التامة، التي لا يجاوزهن بر ولا فاجر.

Maka meminta perlindungan hanya ditujukan kepada Allah Jalla wa ‘ala, Nama-namaNya yang Baik (Asmaul Husna), Sifat Ketinggiannya, KalimatNya yang Sempurna, yang tidak dapat melampauinya baik itu orang baik maupun orang fajir.

وأكثر ما ورد في القرآن الاستعاذة باسمه تعالى «الله».

Banyak disebutkan di dalam Al Quran, Al Isti’aadzah dengan nama-namaNya Ta’ala : Allahu

قال الله تعالى: ﴿ فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ﴾ [النحل: 98]،

Firman Allah Ta’ala : “Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.(Surah An Nahl ayat 98)

وقال تعالى: ﴿ وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴾ [الأعراف: 200]،

Firman Allah Ta’ala : “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah(Surah Al A’raaf ayat 200)

وقال تعالى: ﴿ وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ﴾ [فصلت: 36]،

Firman Allah Ta’ala : “Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Surah Fushshilat ayat 36)

وقال تعالى: ﴿ إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَا هُمْ بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ ﴾ [غافر: 56].

Firman Allah Ta’ala : “tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Surah Ghaafir ayat 56)

وقال موسى عليه السلام فيما ذكر الله عنه: ﴿ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ ﴾ [البقرة: 67]،

Musa alaihi salam berkata sebagaimana yang Allah Ta’ala sebutkan tentangnya : “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil (Surah Al Baqarah ayat 67)

وقال يوسف عليه السلام: ﴿ مَعَاذَ اللَّهِ ﴾ [يوسف:23، 79]. أي: عياذًا بالله.

Dan Nabi Yusuf ‘alaihi salam berkata : “Aku berlindung kepada Allah(Surah Yusuf ayat 23 dan 29)

Bersambung in sya Allah

المفردات

تَجَاوُز : – اِعْتِداء

– encroachment upon; inroad upon; trespassing; transgression

Series Navigation<< Rukun-rukun Al Isti’adzah (1) : Rukun Pertama dan Rukun KeduaRukun-rukun Al Isti’adzah (3) : Rukun Ketiga : Al Musta’aadzu (2) : Isti’adzah dengan nama Allah Ta’ala : Ar Rabb >>
Print Friendly, PDF & Email

Footnotes

  1. Diriwayatkan oleh Imam Muslim (2366) dan Imam Ahmad (2/233)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.