Syariat Jihad di Madinah (3)



تشريع الجهاد في المدينة

Syariat Jihad di Madinah (Bagian Ketiga – Terakhir)

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Syariat Jihad di Madinah (Bagian Ketiga – Terakhir) ini masuk dalam Kategori Sirah Nabawiyah

الجهاد بالمال :

Jihad dengan Harta :

مع طهارة القصد، حض الإسلام على الجهاد بالمال ، لما له من أثر كبير في تجهيز الجيوش بالسلاح والأدوات والتدريب ، مما يقتضي صرف الأموال الوفيرة ، وتقوم الدولة في الوقت الحاضر بهذا الواجب، فتصرف من الموارد العامة على إعداد الجيوش ، وعند الحاجة، أو نقص الموارد، فيجب على أغنياء المسلمين دعم الجهاد بأموالهم ،

Islam mendorong jihad dengan harta (al jihaad bil maal), karena ia memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membekali tentara dengan senjata, peralatan, dan pelatihan, yang menuntut pembelanjaan harta yang melimpah. Pada masa sekarang, negara mengemban kewajiban ini, di mana negara membelanjakan dana dari sumber daya umum untuk mempersiapkan pasukan. Ketika dibutuhkan, atau saat terjadi kekurangan sumber daya, maka wajib bagi orang-orang kaya dari kalangan Muslim untuk mendukung jihad dengan harta mereka,

{انفروا خفافا وثقالا وجاهدوا بأموالكم وأنفسكم في سبيل الله} [التوبة: 41]

“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan jiwamu di jalan Allah.” [At-Tawbah: 41]

وقد سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم : أي الناس أفضل ؟ فقال :

Dan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya: “Manusia manakah yang paling utama?” Maka beliau bersabda:

“مؤمن يجاهد في سبيل الله بنفسه وماله”

“Seorang mukmin yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya.” (HR. Al-Bukhari)

الجهاد بالنفس :

Jihad dengan Jiwa :

يحرص الإسلام على السلم ، ويدعو الناس إلى الدخول فيه ، كما يحرص على هدايتهم ، بالبيان والترغيب ،

Islam sangat menjaga perdamaian dan menyeru manusia untuk memasukinya, sebagaimana Islam juga sangat menjaga hidayah mereka melalui penjelasan dan motivasi (at targhiib),

فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم ل علي رضي الله عنه حين وجهه لقتال يهود خبير :

Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada ‘Aliy radhiyallaahu ‘anhu ketika beliau mengutusnya untuk memerangi Yahudi Khaybar:

“لئن يهدي الله بك رجلا خير من أن يكون لك حمر النعم”

“Sungguh, jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang saja melaluimu, itu jauh lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Muslim)

ولكن الإسلام يحث أيضا على القتال في سبيل الله لإعلاء كلمة الدين ، أو الدفع عن أرض المسلمين إذا هوجموا من عدوهم ، والجهاد بالنفس من فروض الكفايات إذا قام به البعض سقط عن الباقين ، إلا عندما تغزى أرض المسلمين فإنه يصبح فرض عين يقوم به كل قادر على القتال ،

Akan tetapi, Islam juga memotivasi untuk berperang di jalan Allah guna meninggikan kalimat agama, atau membela negeri kaum Muslimin jika mereka diserang oleh musuh mereka. Jihad dengan jiwa (al jihaad bin nafs) termasuk dalam kewajiban kolektif (fardhu kifaayah); jika sebagian orang telah melaksanakannya, maka gugurlah kewajiban tersebut dari yang lainnya. Kecuali ketika negeri kaum Muslimin diserang, maka jihad menjadi kewajiban individu (fardhu ‘ain) yang harus dilakukan oleh setiap orang yang mampu berperang,

{إنما المؤمنون الذين آمنوا بالله ورسوله ثم لم يرتابوا وجاهدوا بأموالهم وأنفسهم في سبيل الله أولئك هم الصادقون} [الحجرات: 15]

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” [Al-Hujuraat: 15]

وخاتمة القول: إن الجهاد شرع في الوقت المناسب، وشرع لإقامة الحق والعدل، ونشر رسالة الإسلام وإزاحة العوائق من أمام هذه الرسالة لتصل للناس أجمعين، والله نسأله أن يرفع راية الجهاد وينصر المجاهدين في كل مكان والحمد لله رب العالمين.

Sebagai penutup kata: Sesungguhnya jihad disyariatkan pada waktu yang tepat, dan disyariatkan untuk menegakkan kebenaran serta keadilan, menyebarkan risalah Islam, dan menyingkirkan hambatan-hambatan di hadapan risalah ini agar dapat sampai kepada seluruh umat manusia. Kepada Allah-lah kita memohon agar Dia meninggikan panji jihad dan menolong para mujahidin (al mujaahidiin) di setiap tempat, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

والله أعلم .

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.